Sekedar posting tentang puisi dari kumpulan sajak.

Rabu, 25 September 2013

R-I-N-D-U

Selamat hari rabu yang monoton. Seperti biasa, sama seperti hari kemarin. Tiada hari tanpa kebosanan dan kesepian telah mengundang. Hari yang lumayan menyengat ini saya akan posting puisi bertema "Kerinduan". Kamu pernah rindu pada seseorang? Rasanya bagaimana? Sesak? Menyakitkan? Haus akan perjumpaan? Aku pun sama. Tapi rindu ku berbeda. Kamu mungkin tidak tau rindu ku bagaimana. Lihat saja puisi ku..

Kerinduan

Duduk seorang diri di beranda..
Sambil memandang hujan
Disetiap malam itu aku lakukan..
Perasaan terlalu abstrak..
Sesak lalu  bercampur emosi..
Mungkin karena haus akan perjumpaan..
Sepi, sunyi, rindu, dingin terasa menyayat,
seperti belati..
Dan hujan malam ini hanya sekedar rintik-rintik..
Tanpa petir..
Dan tak begitu gelap..
Itu pertanda, aku rindu kamu tanpa alasan..
Dan tak begitu penting untuk dijelaskan..
Setiap air hujan,
Yang menetes dari langit..
Mengatakan bahwa aku rindu kamu..

Minum kopi di malam hari juga bisa mendatangkan rindu yang pekat,

Kopi Hitam Beraroma Rindu

Bagai kopi dimalam hari..
Pahit, pekat, dan, keruh..
Seprti itulah rinduku..
Rindu yang amat pahit kurasakan..
Yang selalu pekat tak berujung..
Dan keruh tak pernah jelas terlihat nyatanya..
Seakan kopi hitam ini beraroma rindu..
yang sangat menyengat..
Sedikit terobati dengan kehadiran teh..
Bening, manis, dan berampas..
Bening mata ini menatap perjumpaan..
Manis wajahmu saat memandang ku..
Dan kerinduan ku selalu berampas untukmu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar